CARA AGAR PIDATO SEMAKIN MENARIK PENDENGAR

0
Posted by Label: On


Berpidato di Depan Orang Lain
Selain disampaikan dengan menggunakan intonasi yang tepat, artikulasi, dan volume yang jelas, pidato perlu disampaikan dengan bahasa yang menarik. Hal ini bertujuan agar pendengar merasa asyik dan tidak merasa bosan mendengarkan pidato. Keasyikan pendengar bermula dari adanya rasa tertarik. Oleh karena itu, pembicara harus berusaha memunculkan hal-hal yang menarik perhatian pendengar. Berikut ini halhal yang dapat kalian lakukan untuk perhatian pendengar pada waktu berpidato.
1. Humor
Humor sebaiknya bersifat baru (segar) dan disampaikan dengan bahasa yang sopan, tidak kasar, dan tidak menyinggung perasaan pendengar. Dalam penyampaian humor, kalian harus memperhatikan tempat, waktu, situasi, sasaran, dan cara melontarkannya.
2. Gerbang Mata
Gerbang mata adalah penggunaan benda atau gerakan yang bersifat konkret untuk menarik perhatian pendengar. Misalnya, pidato yang disertai dengan alat peraga atau gerakan-gerakan yang nyata seperti menggeleng, mengangguk, menunjuk, mengacungkan ibu jari, dan lain-lain.
3. Sekitar “Aku”
Hal yang amat menarik perhatian manusia adalah hal yang berkaitan dengan “aku”. Kalian dapat menceritakan tentang sekolah kalian yang terkenal, lingkungan sekolah yang bersih, prestasi-prestasi sekolah, dan lainlain. Cara ini akan terlihat lebih menarik jika dibandingkan dengan pembicara yang selalu menceritakan dirinya sendiri sehingga terkesan sombong. Kalian perlu menghindari hal-hal berikut ini agar sebuah pidato dapat terlaksana dengan baik dan mampu memberi kesan kepada pendengar.
1. Jangan datang terlambat.
2. Jangan berpakaian sekenanya. Sesuaikanlah dengan jenis acara, tempat, dan waktu.
3. Jangan membuka pidato dengan permintaan maaf karena belum siap.
4. Jangan berdiri seperti patung. Gunakanlah anggota tubuh kalian untuk memperjelas maksud pidato kalian.
5. Jangan berbicara kasar dan porno.
6. Jangan berbicara monoton. Gunakan perubahan intonasi suara artikulasi dan penjedaan yang baik.
7. Jangan terlalu sering menggunakan bentuk tegun. Bentuk tegun berupaucapan “e” atau diam terlalu lama.
8. Jangan terlalu lama berpidato hingga lupa waktu.
Poskan Komentar

Back to Top