Contoh Laporan Perjalanan Pada Hari Raya


LAPORAN KEGIATAN
HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1433 H





Oleh :
Salahuddin Al Ayyubi
VII H


SMP NEGERI 1 PURWOSARI
Tahun Pelajaran 2013/2014




PENDAHULUAN

          Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga bisa menyelesaikan tugas laporan ini. Tak lupa sholawat serta salam saya haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW.
Terima kasih saya sampaikan kepada Ibu Guru Widi Astuti yang telah membimbing siswa-siswa sehingga bisa menyelesaikan tugas Laporan Hari Raya Idul Fitri 1433 H yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2013.
19 Agustus 2013 
Pukul 04.45 tepat aku bangun dari tidurku setelah mendengar sayup-sayup suara takbir dari masjid-masjid sekitar rumah nenekku. Akupun langsung mandi dan berganti baju. Pukul 06.00 aku berangkat dengan keluargaku membawa beberapa motor menuju ke Lapangan Tladan, setiap tahun Sholat Idul Fitri dan Idul Adha pasti dilangsungkan di lapangan tersebut. Disana sangat ramai karena sebagian besar warga dari dua desa yaitu Desa Jatisari dan Desa Tladan menunaikan Sholat Ied disana. Hampir setengah jam, barulah sholat dimulai. Sekitar pukul 07.00 lebih, sholat Ied selesai aku dan keluarga serta orang-orang disekitarku saling bersalaman dan kemudian kami pulang.
Sampai dirumah seluruh keluarga besar berkumpul untuk bersalam-salaman. Kemudian saya dan adik saudara saya langsung lari ke belakang karena kami tidak betah dengan kelaparan. Semua saudara makan bersama dan saling ngobrol, tapi saya lebih memilih makan didepan televisi karena kebetulan ada artis kesukaan saya di televisi.
Kurang lebih pukul 07.30 kami berbondong-bondong ke rumah kakak dari nenek saya, kami bersalam-salaman dan mencicipi semua yang ada diatas meja. Tak lama, kami menuju ke rumah kerabat dekat kami. Kurang lebih 15 menit saya dan keluarga berada disana, kamipun pamit. Kemudian kami menuju rumah kakak dari kakek saya. Seperti sebelumnya, kami saling bersalam-salaman, ngobrol dan makan makanan yang ada dimeja. 20 menit kemudian kami pulang kerumah nenek.
Sekitar pukul 09.30 saya dan keluarga menuju kerumah nenek saya yang satu lagi di Desa Tapen. 15 menit kemudian kami sampai. Disana ternyata sudah banyak keluarga besar yang berkumpul. Seperti biasa, kami bersalam-salaman, ngobrol, dan tentunya makan. Karena kekenyangan, saya menjadi mengantuk dan kemudian tidur. Pukul 11.00 saya bangun, dan kami pergi kerumah kerabat-kerabat dekat. Kurang lebih pukul 14.30 saya pulang kerumah nenek saya yang di Jatisari.
Kemudian saya dan saudara saya pergi kerumah Bibi saya yang tidak jauh dari rumah nenek. Disana saya tidur lagi karena kelelahan. Sekitar pukul 16.15 saya bangun dan segera mandi. Lalu saya dan beberapa saudara saya kembali kerumah nenek.
Pukul 17.00 saya dan seluruh keluarga saya pergi ke rumah kakak dari kakek saya yang satunya lagi di Desa Pojok. Pukul 17.15 sampai disana, dan seperti biasa, kami bersalam-salaman dan makan-makan. Kami pamit untuk pergi kerumah saudara yang lain di Desa sebelah. Sampai disana mungkin pukul 18.00, kami langsung bersalam-salaman dan makan-makan lagi. Kemudian kami pulang ketika pukul 18.45. Tak terasa saku celana saya penuh dengan amplop-amplop, sebenarnya ibuku melarang untuk meerimanya karena sudah besar, tapi sebagian besar dari mereka yang memberikan saya amplop bilang kalau rejeki itu tidak boleh ditolak, saya pikir itu benar, maka saya terima-terima saja amplop itu seraya mengucap “Alhamdulillah”.

J 
PENUTUP

          Banyak hal yang saya dapatkan dari kegiatan hari raya tersebut. Pertama, saya bisa lebih akrab dengan seluruh keluarga-keluarga saya. Kedua, saya bisa menyambung tali silaturrahim dengan keluarga dan kerabat yang mungkin sempat terputus. Ketiga, saya bisa saling memaafkan semua kesalahan yang pernah diperbuat.


EmoticonEmoticon