Contoh teks Drama Tentang Persahabatan terbaru


Contoh drama persahabatan, Contoh teks drama tentang sahabat, drama persahabatan bahasa inggris.


Ini adalah terjemahan dari teks drama persahabatan dalam bahasa inggris yang saya post tadi, silahkan anda baca...
untuk teks drama dalam bahasa inggrisnya sobat dapat membaca disini....


Kejujuran Teman


Narator : Fia dan Silvi merupakan sahabat baik. Mereka telah bersahabat sejak kecil, tapi suatu hari ketika keluarganya Silvi jatuh miskin, Fia pun tak ingin lagi bersahabat dengan Silvi. Saat Fia, Silvi, Chika, Silvi, dan Sony sedang bersih-bersih kelas sebelum pulang, Silvi meminta bantuan Fia, tapi Fia malah menghina Silvi.

Silvi     : Yub, bisakah kau menolongku untuk menggeser meja ini?
Fia       : Apa? Menolongmu? Kau pikir kau itu siapa?
Silvi     : Ada apa denganmu, Yub? Bukankah kita sahabat? Apa kau
           sudah lupa ?
Fia       : Sahabat? Maaf ya, aku tidak punya sahabat seperti mu yang
           miskin. Aku hanya mau bersahabat dengan orang yang kaya.
Sony    : Kenapa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang bermasalah. 
Silvi     : Tidak ada apa-apa. Kita berdua baik-baik saja. Ya kan Fia?
Fia       : Baik-baik saja? tadi anak miskin ini meminta bantuan ke
           aku. Tapi sayang, aku tak ingin membantu orang seperti dia,
  Mana dia mengaku jadi sahabat aku lagi? Eww.

(Silvi pun pergi karena mendengar perkataan Fia seperti itu)

Sony    : Jangan begitu Yub. Bukannya kau dan Silvi memang
  bersahabat dari kecil? Masa’ karena sekarang Silvi dan
  keluarganya jatuh miskin, kau tidak mau lagi bersahabat
  dengannya? Bukannya saat-saat seperti ini kau bisa tunjukkan ke
  dia, kalau kau memang sahabatnya. Bukan malah
  meninggalkannya.
Chika   : Betul kata Sony. Seharusnya kau sekarang mendukung dia,
   bukan menghina dia seperti itu. Kasihan Silvi.
Silvi     : Betul itu. Sahabat seperti apa kau ini?
Fia       : Kalian pikir siapa kalian yang berani menasehatiku?
  Terserah aku mau berbuat apa. Urus saja diri kalian.
Silvi   :Kita bukannya bermaksud menasehati kamu. Tapi kita tidak mau
  persahabatan kamu dan Silvi berakhir seperti ini.
Fia       : Aargh, itu bukan urusan kalian.

(Fia pun langsung pulang)


Chika   : Bisa-bisanya dia berbuat begitu kepada Silvi. Bukankah selama
  ini dia yang selalu saja membela Silvi ketika ada masalah?
Sony    : itu hanya dia yang tahu. Tapi satu hal yang akhirnya kita tahu,
  Fia hanya mau berteman dengan orang yang Kaya.
Chika   : Pantas saja.
Silvi     : Pantas apanya?
Sony    : sudahlah jangan dibahas lagi, lebih baik kita pulang saja.
Chika   : betul itu.
Silvi     : Let’s Go !!!

Narator : Keesokan harinya, mereka kembali masuk kesekolah seperti biasa, tetapi tidak dengan Silvi. Hal ini pun terjadi selama 2 minggu berturut-turut. Pada akhirnya ketika mereka berempat sedang dalam perjalanan ke sekolah, dengan tidak sengaja mereka bertemu dengan Silvi di pinggir jalan yang sedang mencari kardus-kardus.

Sony    : Hey bukannya itu Silvi?
Chika: iya benar itu Silvi. Sedang apa dia? Bukannya masuk sekolah
  tapi jalan-jalan.
Sony : iya benar.

(Sony pun langsung menarik Fia yang jalan di belakangnya dan sedang asyik dengan IPhone-nya)

Sony    : Lihat itu? Apa yang sahabatmu lakukan?
Fia       : haha… Pasti sedang mencari-cari sampah. Dia kan orang miskin.
Silvi     : Apa’an sih. Ayo kita kesana.
Sony    : Silvi, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau tidak masuk sekolah
  selama 2 minggu ini?
Silvi     (dengan Kaget) aku? Ya, seperti yang kalian lihat.
Fia       : Aku bilang juga apa?. Pasti dia sedang mencari-cari sampah.
  Seperti kalian tidak tahu saja pekerjaan orang miskin.
Chika   : Sudahlah Fia, meski begitu Silvi itu sahabatmu.
Sony    : Apa-apaan sih. Kenapa kau tidak masuk sekolah Silvi?
Silvi     : Begini, orang tuaku tidak punya uang untuk membiayai aku dan
  adikku untuk sekolah. Sedangkan adikku masih mau sekolah,
  jadi aku mengalah saja untuk adikku. Biar adikku yang sekolah
  dan aku membantu orang tua ku untuk menyambung hidup.
Silvi     : Mulia sekali hati mu, Son.
Fia       : Mulia apanya? Dia cuma mau cari simpati tahu? kalian ini
  mudah sekali dibodohi sama dia.
Silvi     : Tega sekali kau berkata begitu pada ku. Aku memang sekarang
 sudah miskin, tapi aku masih punya perasaan. Kalau kamu tidak
 mau bersahabat lagi dengan ku, ya sudah, itu tidak jadi masalah
 buat ku, tapi jangan kau hina aku dengan kata-katamu itu. Satu
 lagi, aku tidak pernah menyesal berkenalan dengan mu.
 Tapi itu merupakan pembelajaran bagi ku. Terima kasih Fia.

(Silvi pun lari secepat mungkin meninggalkan mereka berempat dengan perasaan yang bercampur aduk)

Sony    : sudah puas kau menyakiti dia? ingat Yub, suatu hari nanti kau
 juga akan merasa apa yang Silvi rasakan sekarang.
Silvi dan Chika : Betul itu.
Fia       : Apa? Itu tidak mungkin. Keluarga ku tidak mungkin jatuh miskin
 seperti dia. Keluargaku memiliki banyak usaha yang menghasilkan
 banyak uang. Dan tidak akan habis untuk 5 generasi. Haha

(sambil tertawa Fia pun jalan meninggalkan mereka bertiga)

Silvi     : Sombong sekali anak itu. Semoga hidupnya baik-baik saja.
Sony    : ya semoga saja. Memang terkadang kita harus menyadari bahwa
 ada orang tertentu yang bisa tinggal dihati kita, namun tidak
 dalam kehidupan kita 
Chika: ya betul itu. Dan semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi
 dengan Silvi.

(mereka bertiga akhrinya melanjutkan perjalan ke sekolah)

Narator : Setelah 3 tahun berlalu, Fia, Chika, Silvi, dan Sony tidak bertemu Silvi. Ternyata Silvi sekarang di angkat oleh keluarga kaya dan Silvi disekolahkan di sekolah yang sama dengan Chika, Silvi, dan Sony. Suatu  hari ketika Silvi masuk untuk pertama kali di sekolah yang baru itu, Chika, Silvi, dan Sony sangat terkejut.

Silvi            : Hey ! Lihat anak baru itu, sepertinya mukanya sudah tak asing lagi   buatku.
Sony           : Ehmmm, iya Sil. Sepertinya aku sudah pernah kenal dengan dia.
Chika          : Siapa sih yang kalian bicarakan?
Silvi &Sony : Itu !
Chika          : HAAH???? ITU BUKANNYA SILVI??
Sony           : Ohh, iya, iya itu Silvi !!
Silvi            : Hey !! Silvi, kemarilah !!
Silvi            : Haah, kalian bertiga?? Kalian sekolah disini?
Chika          : Iya
Silvi            : Wah, aku tidak menyangka akan bertemu kalian lagi. Mana Fia?
Silvi            : Kami sudah tidak bertemu dia sejak 2 tahun lalu.
Sony           : Iya, sepertinya dia pindah rumah.
Chika          : Sudahlah, ayo kita ke kelas. Kelasmu sama dengan kelasku kan?
Silvi            : Emm, Iya
Silvi            : Let’s Go !!!

Narator      : Saat pulang sekolah, Fia mengamen di depan rumah Silvi. Dan ternyata Chika, Silvi, dan Sony sedang berada di rumah Silvi. Lalu mereka berempat menghampiri Fia.

Chika          : Yub, sedang apa kau?
Fia              : Lohh, kalian? Aku..., aku... aku sedang bekerja untuk menghidupi diriku sendiri.
Silvi            : Kemana orang tuamu?? Kenapa bisa kamu bekerja?
Fia              : Orangtuaku meninggal 2 tahun lalu karena kecelakaan, dan usaha mereka tidak ada yang meneruskannya. Jadi semua harta orangtuaku sudah habis, dan aku hanya hidup sendirian sekarang.
Sony           : Oh begitu, Yub. Aku jadi teringat kata-kata yang aku ucapkan dulu. Maafkan aku, yub.
Fia              : Seharusnya aku yang meminta maaf. Dulu aku terlalu sombong kepadamu, Son. Sekarang aku merasakan apa yang kamu rasakan, aku tahu Tuhan memang adil. Aku menyesal, Son. Maafkan aku.
Silvi            : Sudahlah, yub. Lupakan saja, aku sudah melupakan semuanya yang kau katakan dulu. Sekarang kita ber-empat bersahabatkan?
Chika          : Iya. Apapun yang terjadi kita akan tetap bersama, iya kan?
Silvi,Silvi,Sony : Setuju !
Fia              : emm, apa kalian benar-benar memaafkan aku?
Silvi            : Tentu saja, Yub. Aku yakin sekarang kau sudah berubah.
Fia              : Baiklah, terima kasih teman-teman. Ternyata persahabatan itu segala-galanya.
Chika          : Bagaimana kalau kita membantumu mengamen, yub?
Silvi            : Ide bagus itu!
Sony           : Aku setuju, pasti sangat menyenangkan.
Silvi            : Ayo! Mengamen dimana yub?
Fia              : di pertigaan Purwosari saja, disana kan ramai?
Silvi            : Let’s Go!!!!!!

Narator      : Semenjak hari itu, Fia, Silvi, Chika, Silvi, dan Sony bersahabat. Fia diangkat menjadi anak orang tua angkat Silvi. Mereka berempat selalu bersama dan selalu tertawa bersama.

semoga bermanfaat ya sobb...

1 comments so far


EmoticonEmoticon